Gelas koktail yang tepat dapat meningkatkan rasa, aroma dan tampilan minuman. Setiap bentuk gelas membantu menjaga suhu dan menonjolkan karakter minuman. Memilih peralatan makan modern yang tepat membuat setiap tegukan terasa lebih nikmat.
Baca Juga: Gelas Minum Kaca Elegan untuk Keseharian dan Gaya Hidup Modern

Jenis Gelas Koktail
Mempelajari bartending tidak hanya tentang mengenal minuman dan cara meracik cocktail. Seorang bartender juga harus memahami jenis gelas yang tepat untuk setiap sajian. Pemilihan gelas menjadi bagian penting dalam penyajian cocktail.
Selain mempercantik tampilan, bentuk gelas dapat memengaruhi rasa dan kenyamanan saat diminum. Oleh karena itu, penting bagi pemula untuk mengenal jenis-jenis gelas cocktail. Berikut beberapa jenis gelas cocktail beserta kegunaannya yang wajib diketahui.
1. Collins Glass

Collins glass memiliki bentuk ramping. Kapasitasnya sekitar 10–14 oz atau 295–414 ml. Gelas ini cocok untuk minuman dengan banyak es dan campuran.
Cocktail yang disajikan dalam collins glass biasanya dinikmati dengan sedotan. Penggunaannya memudahkan saat diminum. Gelas ini umum dipakai untuk Tom Collins, Caesar Cocktail dan Tung Ting Fizz.
2. Rocks Glass

Rocks glass memiliki dua ukuran, yaitu single dengan kapasitas 6–8 oz atau 177–230 ml dan double dengan kapasitas 10–14 oz atau 295–414 ml. Bentuknya pendek, lebar dan kokoh. Desain ini membuatnya nyaman digenggam.
Karena karakter tersebut, gelas koktail ini digunakan untuk menyajikan spirit drinks dengan sedikit es. Gelas ini umum dipakai untuk whiskey, brandy, rum dan vodka. Cocok untuk minuman yang disajikan langsung tanpa banyak campuran.
3. Highball Glass

Highball glass memiliki bentuk tinggi dan langsing. Kapasitasnya sekitar 8–12 oz atau 230–354 ml. Gelas ini biasanya diisi es batu hingga penuh sebelum cocktail dituangkan.
Highball glass digunakan untuk cocktail dengan campuran soda atau minuman berkarbonasi. Penyajiannya membuat minuman tetap dingin lebih lama. Contoh cocktail yang sering disajikan adalah Seven and Seven, Scotch and Soda, serta Rum and Coke.
4. Lowball Glass

Lowball glass populer juga sebagai old–fashioned glass. Bentuknya mirip dengan rocks glass dan biasa digunakan untuk menyajikan liquor seperti whiskey, brandy dan rum. Gelas ini cocok untuk minuman yang disajikan pendek.
Gelas ini punya dasar lebih tebal dan juga rata. Gunanya ialah menahan tekanan ketika proses menghancurkan bahan tanpa adanya risiko retak.
Dalam penyajian old fashioned, bahan seperti daun mint dan kondimen lain dihancurkan langsung di dalam lowball glass. Setelah itu baru ditambahkan liquor dan es. Cara ini membantu mengeluarkan aroma dan rasa bahan.
5. Copper Mug

Copper mug berbentuk seperti mug pada umumnya dan terbuat dari bahan metal. Gelas koktail ini dilengkapi gagang dan mampu menjaga suhu minuman tetap dingin. Tampilan logamnya juga memberi kesan khas.
Copper mug secara khusus digunakan untuk menyajikan Moscow Mule. Penggunaan gelas ini membantu mempertahankan kesegaran minuman. Selain itu, sensasi dingin terasa lebih kuat saat diminum.
6. Margarita Glass

Margarita glass digunakan untuk menyajikan cocktail dengan campuran buah. Ukurannya cukup beragam dan memiliki bentuk khas dengan bibir gelas melebar. Gelas ini sering dipakai untuk minuman yang disajikan dingin.
Pinggiran margarita glass biasanya dihias garam untuk menambah cita rasa. Selain cocktail, gelas ini juga bisa digunakan untuk menyajikan finger food. Contohnya seperti appetizer cups dan shrimp bites.
7. Martini Glass

Martini glass pertama kali diperkenalkan pada Paris Exhibition 1925. Gelas koktail ini dikenal sebagai alternatif coupe glass dengan tampilan yang lebih modern. Desainnya kemudian populer digunakan untuk berbagai minuman cocktail.
Bibir gelas yang lebar membantu meningkatkan aroma minuman. Karena itu, martini glass sering digunakan untuk menyajikan berbagai varian martini lengkap dengan kondimen. Kapasitasnya berkisar antara 3–10 oz atau 88–295 ml.
Akun YouTube @StevetheBartender_ menyoroti gelas martini berbentuk coupe. Gelas ini berukuran 5–6 oz (150–180 ml), tinggi 15–16 cm dan diameter 10 cm, menjaga minuman tetap dingin tanpa es. Desain stemmed mencegah tangan memanaskan minuman, sedangkan bibir lebar menampilkan garnish seperti zaitun dan minyak gin yang mengambang. Gelas ini ideal untuk martini klasik 75 ml gin dan 15 ml vermouth, menghasilkan rasa seimbang dan tampilan mewah. Cocok sebagai pilihan premium untuk bar di rumah.
Pasangan Sempurna Antara Gelas Highball vs Lowball dan Minuman
Gelas dan minuman memiliki hubungan yang saling melengkapi. Setiap jenis gelas dirancang untuk menonjolkan karakter koktail tertentu. Pemilihan gelas koktail yang tepat membuat rasa dan aroma lebih optimal.
Gelas highball cocok untuk minuman panjang dan menyegarkan. Contohnya mojito dari rum putih, jeruk nipis, mint, gula, dan soda. Gin and tonic serta Moscow mule juga sering disajikan dalam gelas ini.
Gelas lowball digunakan untuk minuman yang lebih kuat dan disajikan pendek. Old fashioned berisi bourbon atau rye, gula, pahit, dan sentuhan jeruk. Whiskey sour dan negroni juga umum disajikan dalam gelas ini.
Kendati Muscow Mule secara tradisional identik dengan Copper Mug untuk sensasi dingin, ada beberapa bar yang justru menyajikannya dalam Highball Glass. Ini ditujukan bagi mereka yang ingin menonjolkan visual gradasi minumannya.
Baik minuman ringan maupun minuman beralkohol kuat memerlukan gelas yang sesuai. Pemilihan gelas membantu menjaga keseimbangan rasa. Hasilnya, pengalaman menikmati koktail menjadi lebih maksimal.
Baca Juga: Mug Kaleng Jadul, Nostalgia Unik yang Tetap Digemari
Kini sudah mengetahui jenis gelas koktail yang tepat untuk menyajikan berbagai macam cocktail. Pemilihan gelas yang sesuai akan membuat minuman terlihat lebih menarik dan terasa lebih nikmat. Simpan artikel ini sebagai bookmark agar mudah ditemukan kembali.

Seorang creator yang membagikan rekomendasi alat makan dan minum. Dengan pengalaman yang dimiliki, saya siap berikan informasi menarik dan juga akurat.



